Connect with us

Artikel Top Peluit

5 Pemain Muda Terbaik di Euro 2020

Meskipun Pedri adalah penerima penghargaan pemain muda terbaik Euro 2020 dari UEFA, akan tetapi Peluit Panjang memiliki nama lain di peringkat 1.

5 Pemain Muda Terbaik di Euro 2020

Pemain Muda Terbaik Euro 2020

Kita tahu bahwa Pedri adalah pemenang pemain muda terbaik di Euro 2020.

Namun, selain gelandang Spanyol ini, ada 4 pemain lain yang tampil brilian menurut Peluit Panjang.

Menurut UEFA, pemain muda yang berhak mendapatkan penghargaan ini maksimal lahir pada 1 Januari 1998.

Kemudian, siapa saja 5 pemain muda terbaik yang tampil baik di Euro 2020 ini? Simak selengkapnya di bawah.

5. Manuel Locatelli

Manuel Locatelli

Gelandang tengah Italia ini sebetulnya adalah pemain pengganti dari Marco Verratti yang di awal Euro 2020 harus absen akibat cedera.

Lahir pada 8 Januari 1998, pemain Sassuolo ini tampil brilian di 2 laga fase grup Euro 2020.

Puncaknya, Locatelli mencetak brace dalam kemenangan 3-0 atas Swiss di matchday 2 Grup A.

Secara keseluruhan, pemain berusia 23 tahun ini bermain di 5 pertandingan Euro 2020 dengan akurasi operan sebesar 85% (127/141) dan mencetak 2 gol selama 272 menit berada di lapangan.

Kemudian, 15 tekel, merebut bola 7 kali, membuat 5 tembakan dan berlari 34,2 km adalah statistik menonjol dari gelandang jenis box-to-box ini.

Berkat penampilan gemilang itu, kini Locatelli menarik perhatian banyak klub besar Eropa seperti Juventus dan Arsenal.

4. Dani Olmo

Dani Olmo

Lulusan akademi Barcelona ini kini bermain untuk RB Leipzig di Jerman.

Lahir 7 Mei 1998, Olmo bisa bermain sebagai gelandang serang, gelandang tengah atau pemain sayap.

Kemampuan menggiring bola dan melepaskan operan yang berakhir peluang adalah kelebihan utamanya.

Terbukti, Olmo membuat 3 assist dari 10 peluang yang ia buat selama 5 penampilannya di Euro 2020.

Pemain Spanyol ini bermain di posisi sayap kiri dan penyerang tengah selama gelaran turnamen kali ini, sehingga akurasi operannya menurun, hanya di angka 77% (149/194).

Sayangnya, dari total 20 tembakan yang Olmo lepaskan, tidak ada yang berujung gol.

Oleh karena penampilan impresifnya tersebut, Real Madrid, Barcelona dan Bayern Munich tertarik untuk memboyongnya dari Jerman.

3. Mikkel Damsgaard

Mikkel Damsgaard

Lahir pada 3 Juli 2000, pemain sayap Denmark ini masih berusia 21 tahun.

Pada fase grup, Damsgaard memecahkan rekor pemain Sampdoria pertama yang mencetak gol di Euro setelah 25 tahun lamanya (Enrico Chiesa di 1996).

Selain itu, Damsgaard adalah pemain kelahiran 2000 pertama yang mencetak gol di ajang Euro.

Tidak sampai di situ, Damsgaard adalah pemain Denmark termuda yang mencetak gol di turnamen besar di usia 20 tahun dan 353 hari.

Pada gelaran Euro 2020 kali ini, Damsgaard berhasil mencetak 2 gol dan 1 assist.

Gol ikonik Damsgaard tentu saja ketika di semifinal melawan Inggris.

Pada saat itu, Damsgaard mencetak gol tendangan bebas pertama dan satu-satunya di Euro 2020 di depan pendukung Three Lions di Wembley.

Pemain bertinggi 180 cm ini bermain di posisi sayap dengan kerja keras, kecepatan, kerja sama dan teknik yang bagus.

Oleh karena itu, bukan tanpa alasan Damsgaard diincar banyak klub besar dengan harga jual yang tinggi dari Sampdoria.

2. Pedri, Peraih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Euro 2020 dari UEFA

Pedri, pemain muda terbaik Euro 2020

Pemain berusia 18 tahun ini adalah pemenang dari penghargaan pemain muda terbaik di Euro 2020.

Meskipun begitu, gelandang tengah Barcelona ini belum mampu menduduki peringkat pertama dari daftar pemain muda terbaik di Euro 2020 versi Peluit Panjang.

Luis Enrique, pelatih Spanyol, sampai memuji pemain ini bahkan lebih baik dari Andres Iniesta di usia ini.

Meskipun tidak membuat gol atau mencetak assist di Euro 2020 kali ini, tapi perannya di La Furia Roja sangatlah penting.

Buktinya, Pedri hanya melewatkan 1 menit bermain di Euro 2020.

Ketenangan dan kedewasaan ketika mengolah si kulit bundar yang Pedri miliki sangat menguntungkan bagi siapapun tim yang dibela.

Akurasi 92% operan sukses (429/465) berhasil Pedri capai di turnamen kali ini.

Bahkan, ketika melawan Italia di babak semifinal, Pedri berhasil melepaskan 65 dari 66 operan.

Tidak hanya mahir dengan bola, pergerakan tanpa bola pemain dengan tinggi 174 cm ini luar biasa.

Selama Euro 2020, Pedri menghabiskan 76,1 km mengitari lapangan dengan 38,23 km di antaranya memegang bola.

Artinya, stamina dan ketahanan tubuh Pedri pun bak seperti mesin yang tahan lama.

Kemudian, Pedri sebetulnya membuat 11 peluang dan 3 peluang besar selama Euro 2020 ini, namun para pemain yang ia oper tidak mampu menyelesaikan peluang menjadi gol.

Pada akhirnya, masa depan Barcelona dan tim nasional Spanyol dengan kehadiran Pedri ini terlihat sangat cerah.

1. Gianluigi Donnarumma, Pemain Muda Sekaligus Pemain Terbaik Euro 2020

Gianluigi Donnarumma, pemain muda sekaligus pemain muda terbaik Euro 2020

Banyak orang pasti setuju dengan pilihan ini.

Selain menyabet gelar juara Euro 2020, penjaga gawang Italia ini juga mendapatkan gelar pemain terbaik di turnamen kali ini.

Masih berusia 22 tahun dan sedang di ambang kepindahan ke Paris Saint-Germain secara gratis dari AC Milan, pemain bertinggi 196 cm ini memiliki masa depan yang tak kalah cerahnya dengan masa mudanya.

Banyak rekor yang Donnarumma pecahkan ketika masih muda dulu.

Bahkan, saat masih bermain di kelompok usia muda dulu, ibu dari Donnarumma selalu membawa sertifikat kelahiran untuk memastikan ke tim lawan bahwa kiper yang sedari kecil sudah memiliki fisik tinggi besar ini tidak mencuri umur.

Kemudian, sama seperti Pedri, Donnarumma hanya melewatkan 1 menit bersama Italia di Euro 2020 kali ini.

Saat itu, Salvatore Sirigu masuk menggantikan Donnarumma di menit 89 saat Italia menang 1-0 melawan Wales di pertandingan terakhir babak grup.

Roberto Mancini sang pelatih mengaku alasan ia memasukan penjaga gawang veteran tersebut adalah agar kejadian yang pernah menimpanya tidak terulang kali ini.

Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Roberto Mancini yang kala itu masih menjadi pemain tim nasional Italia, tidak mendapatkan menit bermain sama sekali.

Kembali lagi ke Donnarumma, sang penjaga gawang tampil hebat di Euro kali ini dengan menjadi pahlawan di babak adu penalti di babak semifinal dan final.

Selain itu, Donnarumma yang bermain 7 kali di Euro 2020 kali ini, berhasil membuat 3 clean sheet atau tidak kebobolan dalam 1 pertandingan.

Donnarumma hanya kemasukan 4 gol selama turnamen kali ini dengan berhasil membuat total 9 penyelamatan, 27 klaim, dan 6 pukulan.

Sebagai kiper modern, kemampuan Donnarumma dalam mendistribusikan bola pun terbilang hebat dengan akurasi 87% operan sukses (206/241).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuplikan Pertandingan

Granada 0-0 Getafe Pekan 38
Posted on 24 Mei 2021 by Ade Risdo
4 views
Sevilla 1-0 Alaves Pekan 38
Posted on 24 Mei 2021 by Ade Risdo
3 views
Levante 2-2 Cadiz Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
5 views
Elche 2-0 Athletic Bilbao Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
1 views
Real Valladolid 1-2 Atletico Madrid Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
66 views
Real Madrid 2-1 Villarreal Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
8 views
Huesca 0-0 Valencia Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
6 views
Celta Vigo 2-3 Real Betis Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
1 views
Eibar 0-1 Barcelona Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
4 views
Osasuna 0-1 Real Sociedad Pekan 38
Posted on 23 Mei 2021 by Ade Risdo
2 views

Like Us on Facebook

Redaksi Top Peluit

More in Artikel Top Peluit