Connect with us

Artikel Top Peluit

Cobham: Akademi Pemain Muda Chelsea yang Tak Kalah Hebat dengan La Masia

Selain sebagai tempat menimba ilmu pemain muda, fasilitas Cobham Training Centre yang canggih adalah kunci kesuksesan The Blues dari 2007.

Cobham Training Centre milik Chelsea (Kredit: metro.co.uk)

Sejarah Pusat Latihan Cobham Milik Chelsea

Cobham adalah kepingan penting bagi Chelsea.

Hal itu sudah terlihat sejak Roman Abramovich, konglomerat asal Rusia, membeli The Blues pada Juli 2003.

Fasilitas latihan adalah sesuatu yang utama untuk ia bangun.

Sebelumnya, tim asal London Barat ini berlatih di Harlington, sebuah distrik di London, sejak sekitar tahun 1970.

Akan tetapi, fasilitas tersebut adalah milik Imperial College, sebuah kampus asal kota London.

Tidak hanya itu, fasilitas tersebut dinilai sudah usang dan ketinggalan zaman apabila dibandingkan dengan Trafford Training Centre milik Manchester United dan Arsenal Training Centre.

Sudah menjadi rutinitas untuk pergi ke Harlington dengan pesawat lepas landas di sebelah kiri kamu, jalan raya di sebelah kanan, kemudian ada pabrik kopi, lalu angin dan hujan setiap hari. Aku merasa stagnan.

-Frank Leboeuf, mantan pemain bintang Chelsea.

Pada tahun 2005, setelah selesai semua urusan mulai dari perencanaan hingga perizinan, pembangunan fasilitas latihan Chelsea di Cobham akhirnya dimulai.

Bersamaan dengan pembangunan, skuad utama Chelsea juga mulai berlatih di Cobham, tepatnya pada tempat temporer terhitung sejak Januari 2005.

Juli 2007 adalah hari yang menggembirakan bagi Chelsea: pusat latihan Cobham resmi rampung dan siap beroperasi.

Kami sangat dekat dengan puncak kerja keras selama bertahun-tahun untuk menemukan dan membangun fasilitas yang merupakan kunci masa depan klub dan akan menjadi salah satu yang paling hebat di dunia.

-Peter Kenyon, CEO Chelsea pada 2007.

Roman Abramovich, pemilik Chelsea, berpose di depan Cobham (kredit: bleacherreport.com)

Roman Abramovich, pemilik Chelsea, berpose di depan Cobham (kredit: bleacherreport.com)

Setahun kemudian, tahap final pembangunan Cobham pun selesai, yaitu Academy and Community Pavilion untuk tim muda Chelsea dan Football Community Department.

Fasilitas Cobham Penunjang Tim Inti Chelsea, Akademi dan Wanita

Canggih adalah satu kata yang tepat untuk menggambarkan fasilitas milik Chelsea.

Suasana latihan akan semakin maksimal mengingat lokasi Cobham adalah pedesaan yang tenang dan jauh dari apa yang Leboeuf pernah keluhkan.

Pembangunan pun tidak memakan biaya yang sedikit.

Sejumlah 20 juta poundsterling atau sekitar Rp 390 miliar adalah biaya yang harus Chelsea gelontorkan guna membangun fasilitas seluas 140 hektar ini.

Pusat latihan Cobham ini memiliki segalanya untuk kegiatan sepak bola, mulai untuk tim inti, akademi, cadangan sampai perempuan.

Roman Abramovich ingin menginvestasikan klubnya melalui fasilitas latihan, rehabilitasi, medis, lapangan, media dan semua yang menunjang performa tim dengan teknologi termutakhir.

Sejumlah 37 lapangan tersedia di Cobham yang mana 6 di antaranya berukuran sama persis dengan Stamford Bridge.

Kemudian, 3 lapangan di antaranya terdapat pemanas bawah tanah.

Selain itu, ada juga sebuah lapangan dalam gedung atau indoor.

Setelah dari lapangan, Cobham juga memiliki pusat kebugaran atau gimnasium (gym), sauna, kolam renang air dingin, ruang uap dan sebuah kolam hidroterapi HydroWorx.

Fasilitas gym Cobham (kredit: afl-architects.com)

Fasilitas gym Cobham (kredit: afl-architects.com)

Selain mewah, pembangunan ini juga sangat memperhatikan keselarasan lingkungan.

Oleh karena syarat dari pemerintah setempat adalah bangunan di komplek tidak boleh lebih tinggi dari bangunan lain di sekitar area, maka sepertiga dari bangunan Cobham terletak di bawah tanah.

Sebuah parit besar ada di sana untuk memantulkan cahaya ke dalam ruangan bawah tanah dan mengurangi penggunaan listrik.

Atap dari bangunan utama berasal dari rumput untuk membantu menyatu dengan sekitar dan meningkatkan kualitas udara.

Lalu, air dari daerah sekitar pun juga dikumpulkan dalam reservoir untuk kemudian digunakan pada sistem irigasi lapangan.

Prestasi yang Timbul Akibat Kemunculan Cobham (1/2)

Jose Mourinho adalah manajer Chelsea pertama yang merasakan kemewahan fasilitas Cobham ini.

Sebuah tempat latihan modern dan top itu penting untuk para pemain tim inti. Klub butuh itu untuk rumah dari latihan dan para pemain top tentunya ingin tahu tentang fasilitas dan lingkungan kerja sebelum mereka bergabung ke suatu klub. Jika kami bisa bilang kepada mereka bahwa kami punya tempat latihan terbaik, ini adalah sebuah keuntungan.

Jose Mourinho, 2004.

Dari fasilitas ini, harapannya adalah klub mampu menghasilkan banyak pemain berkualitas, baik pemain muda maupun mematangkan pemain senior yang sudah ada.

Melalui data CIES Football Observatory, Chelsea adalah tim ke-9 bersama dengan Manchester United dan AS Monaco dalam produksi pemain muda yang berlaga di 5 liga top Eropa (23).

Angka tersebut bisa saja menyaingi La Masia-nya Barcelona dan La Fábrica milik Real Madrid yang memimpin daftar tersebut dengan 42 pemain.

Selain itu, Chelsea juga unggul dari akademi klub-klub besar Eropa lainnya seperti Juventus (8), Liverpool (10), Inter Milan (15), AC Milan (17), Bayern Munich (19), Manchester City (20) dan Atletico Madrid (20).

Artinya, Chelsea sukses membina pemain muda untuk berkarir di level tertinggi.

Prestasi yang Timbul Akibat Kemunculan Cobham (2/2)

Sebelum Cobham ada, tim muda Chelsea belum pernah sekalipun juara liga kelompok umur.

Barulah pada 2010-2011, Chelsea mulai memetik hasil dengan juara wilayah Selatan serta playoff.

Setelah berubah format menjadi Premier League 2 pada 2012-2013, Chelsea sudah juara 2 kali untuk kompetisi U23 tersebut.

Chelsea hanya kalah dari Manchester United (3) selaku tim tersukses di Premier League 2.

Namun, Chelsea memiliki jumlah gelar Premier League 2 yang sama dengan Everton.

Selain liga untuk U23, Premier League juga punya liga untuk U18.

Kembali lagi, Chelsea adalah tim tersukses kedua dengan 2 gelar per 2012-2013, hanya kalah dari Manchester City (3).

Belum lagi, Chelsea akhirnya bisa meraih gelar FA Youth Cup pada 2013 dan 2020 setelah selama berdirinya klub, belum pernah mampu meraihnya.

Berkat Cobham, Chelsea juga mampu menjuarai UEFA Youth League, turnamen Champions League namun untuk tim muda.

UEFA Youth League adalah turnamen antar tim U18 dengan maksimal 3 pemain U20.

Bergulir sejak 2013, Chelsea adalah tim tersukses dengan 2 gelar, bersama dengan Barcelona.

Para Pemain Top Chelsea dari Cobham dari Efek ke Performa Tim Saat Ini (1/2)

Sejak berdiri pada 2007, Cobham membantu Chelsea meraih 14 trofi.

Trofi-trofi tersebut adalah 3 gelar Premier League, 2 UEFA Champions League, 2 UEFA Europa League, 4 FA Cup, 1 League Cup, 1 UEFA Super Cup, dan 1 Community Shield.

Para pemain hebat pun bermunculan sejak 2007 hingga hari ini.

Sebut saja Daniel Sturridge, Ryan Bertrand, Patrick van Aanholt, Nathan Ake, Kurt Zouma, Ruben Loftus-Cheek, Andreas Christensen, Fikayo Tomori, Tammy Abraham, Mason Mount, Reece James, Conor Gallagher, Billy Gilmour dan masih banyak lagi.

Meskipun bisa memproduksi pemain muda sendiri, namun hal itu tidak menghalangi hobi Chelsea untuk belanja banyak pemain muda.

Kemudian, para pemain muda ini akan dipinjamkan ke klub lain guna mendapatkan menit bermain di level tertinggi.

Bahkan, puluhan pemain pinjaman Chelsea ini sampai memiliki grup WhatsApp sendiri untuk berkomunikasi.

Para Pemain Top Chelsea dari Cobham dari Efek ke Performa Tim Saat Ini (2/2)

Para pemain muda lulusan Cobham ini bisa berasal dari Britania Raya atau transfer dari luar negeri.

Untuk musim ini, Connor Gallagher yang menjalani masa peminjaman di Crystal Palace berhasil mencuri perhatian.

Pekan lalu, Manchester City harus kalah 0-2 di kandang sendiri, Etihad Stadium dari Crystal Palace berkat 1 gol dan 1 assist dari Gallagher.

Total, 3 gol dan 2 assist sudah gelandang tengah ini persembahkan dari 9 penampilan Premier League bersama Palace.

Dari dalam Chelsea musim ini, total 32% atau 11 dari 34 gol lahir dari para pemain lulusan Cobham.

Mereka adalah Reece James (4 gol), Mason Mount (3), Trevoh Chalobah (2), Andreas Christensen (1) dan Callum Hudson-Odoi.

Hebatnya lagi, Reece James saat ini menjadi top skor bersama Chelsea dengan 4 gol bersama dengan Romelu Lukaku.

Dengan kombinasi pemain yang tepat, pasukan Thomas Tuchel musim 2021-2022 lalu berhasil meraih Champions League dan UEFA Super Cup.

Musim ini, Chelsea berada di peringkat 1 klasemen sementara Premier League dengan pertahanan terbaik (kebobolan 3 gol dari 10 laga) dan produktivitas gol terbaik kedua (26).

Permainan proaktif ala Thomas Tuchel yang mengedepankan inisiatif menyerang tanpa mengorbankan pertahanan akan terus menguntungkan Chelsea dari segi kualitas penampilan.

Para tim muda tentunya akan mengikuti strategi dari tim senior.

Oleh karena itu, jangan terkejut bila Chelsea muda terus berprestasi dan menghasilkan talenta-talenta brilian untuk masa depan.

Dengan semua pencapaian yang ada, kita masih akan terus menyaksikan Chelsea berjaya berkat sokongan Cobham dan mungkin saja pada suatu hari nanti, ketenaran La Masia akan tergeser.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Sevilla 1-0 Athletic Club Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
7 views
Real Sociedad 1-2 Atlético Madrid Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
1 views
Osasuna 0-2 RCD Mallorca Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
7 views
Granada 0-0 Espanyol Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
2 views
Deportivo Alavés 0-1 Cádiz Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
7 views
Elche CF 3-1 Getafe Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
7 views
Valencia 2-0 Celta Vigo Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
6 views
Real Madrid 0-0 Real Betis Balompié Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
7 views
Rayo Vallecano 2-4 Levante Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
4 views
Barcelona 0-2 Villarreal Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by AR14
7 views

Like Us on Facebook

More in Artikel Top Peluit