Connect with us

Artikel Top Peluit

Sejarah Derby Sungai Hitam, Rivalitas Abadi Antara Brazil dan Uruguay

Berawal dari aib nasional Seleção di 1950, persaingan dengan La Celeste yang sudah memanas sejak masa pemberontakan menjadi semakin seru.

Brazil melawan Uruguay di 2013 (Kredit: Zimbio)

Sejarah Rivalitas Brazil & Uruguay

Brazil dan Uruguay adalah kekuatan besar di sepak bola benua latin atau tepatnya di Amerika Selatan sejak masa lampau.

Selain kepada Argentina, Brazil juga punya sebuah history atau sejarah rivalitas bersama tim nasional Uruguay yang sangat panjang.

Rivalitas kedua negara tersebut adalah El Clasico del Rio Negro atau Classico Do Rio Negro.

Secara harfiah, Rio Negro memiliki arti “Sungai Hitam”.

Pada kenyataannya, memang ada sungai yang mengalir sepanjang 800 km dari dataran tinggi Brazil yang bermuara di Uruguay

Sejarah lain yang tercatat adalah pemberontakan sekitar 33 orang pada awal abad 19 di sebuah daerah yang bernama Rio De La Plata.

Saat itu, para pemberontak meminta kemerdekaan untuk Uruguay dari kekaisaran Brazil.

Hal tersebut sukses berlangsung dengan ditandatanganinya perjanjian di Montevideo pada tahun 1828.

Selain menjadi rival karena secara geografis negara tersebut bertetangga atau berdekatan, tapi duel panas selalu terjadi karena sejarah pertemuan mereka semenjak awal abad 20.

Bahkan, dalam urusan trofi juara, jika mengkombinasikan gelar juara kedua negara tersebut, total 7 Piala Dunia serta 24 Copa America berhasil terkumpul.

Salah satu pertemuan paling bersejarah dan membuat Seleccao tidak akan pernah melupakannya adalah ketika final Piala Dunia 1950.

Saat itu, Brazil yang sedang menjadi tuan rumah World Cup keempat sepanjang sejarah di ambang juara setelah melenggang ke final.

Permainan atraktif, menyerang plus dengan determinasi yang tinggi oleh Nilton Santos dan kawan-kawan berakhir antiklimaks.

Pasalnya, La Celeste, Uruguay berhasil menjungkalkan Brazil yang menjadi unggulan saat itu dengan skor 2-1.

Stadion Maracana yang sekarang menjadi home-base Brazil menjadi saksi bisu bagaimana keperkasaan Juan Schiaffino dan kawan-kawan kala itu.

Brazil gagal menjadi menjadi juara untuk pertama kalinya dan yang lebih menyedihkan adalah mereka kalah di rumah sendiri.

Sedangkan, Uruguay, mampu mendaratkan trofi Jules Rimet untuk kali kedua ke negara mereka.

Setelah itu, Selecao seperti murka jika berjumpa di lapangan dengan Uruguay.

Terbukti, semenjak kekalahan di Maracana tahun 1950, dominasi Brazil atas Uruguay semakin menjadi-jadi.

Baik di Copa America, Kualifikasi Piala Dunia bahkan di Piala Dunia.

Rekor Pertemuan Kedua Negara

Rekor pertemuan pertama kali mereka berjumpa dalam tajuk Derby Rio Negro adalah saat Copa America edisi perdana tahun 1916.

La Celeste yang kala itu sedang digdaya berhasil menumbangkan Brazil dengan skor 2-1 untuk akhirnya meraih trofi Copa America pertama.

Selang 7 tahun kemudian atau tepatnya hingga tahun 1923, Uruguay sukses tampil dominan dengan memenangkan 6 laga termasuk final Copa America 1916.

Salah satu pertandingan Derby El Clasico del Rio Negro yang mungkin tidak terlupakan kala Uruguay melibas Brazil 6-0 pada tahun 1920.

Selain pertemuan mereka di Copa America yang selalu seru dan kompetitif, laga di Maracana saat final Piala Dunia 1950 pun terbilang sangat mengesankan.

Total Seleccao dan La Celeste sudah bertemu sebanyak 77 kali pertemuan dengan rincian, 37 kemenangan Brazil, 20 kemenangan Uruguay sisanya berakhir imbang.

Setelah event Copa America di awal abad 20, kedua negara acap kali bertemu di pertandingan persahabatan.

Dalam laga persahabatan, kedua negara sudah bertemu dalam 37 laga dengan Brazil mendominasi dengan rekor 21 kali kemenangan.

Walau begitu, Uruguay punya catatan manis dengan merengkuh total 15 kali Copa America, berbanding hanya 9 gelar milik Brazil.

Pertemuan Berkesan antara Brazil dan Uruguay

Bisa dikatakan rekor pertemuan mereka paling berkesan salah satunya adalah final di Maracana pada tahun 1950.

Dalam laga yang terkenal dengan sebutan Maracanazo tersebut, Brazil wajib memenangkan laga tersebut untuk membuka rekening gelar mereka.

Apalagi, Seleccao menghadapi lawan yang rutin mereka temui sejak Copa America 1916, yaitu Uruguay.

Brazil dengan status tuan rumah dan kualitas skuad mentereng, datang sebagai unggulan dalam laga yang berlangsung di kota Rio De Janeiro tersebut.

Akan tetapi, Uruguay datang ke Maracana untuk menyegel gelar kedua mereka di kejuaraan empat tahunan antar negara-negara terbaik di dunia.

Obdulio Varela sang kapten Uruguay sangat geram dengan berita yang tersebar di sekitar kota Rio yang mengatakan Selecao adalah juara dunia.

Brazil memang sempat unggul 1-0 berkat lesatan cantk Albino Friaca, tetapi Tim Biru Langit mencoba bangkit.

Adalah Alcides Ghiggia yang menjadi bintang kemenangan Uruguay dengan sumbangsih gol pamungkas dalam pertandingan tersebut.

Selain satu gol, Alcides sukses mengkreasi satu assists gol lain Uruguay yang tercipta lewat sepakan terukur Juan Schiaffino.

Uruguay berpesta pora di kota Rio De Janeiro, sedangkan Brazil harus meradang karena gagal membuka keran rekening gelar mereka.

Maracanazo akan selalu publik Brazil kenang sebagai salah satu pengalaman paling memalukan dan kekalahan terburuk sepanjang masa.

Laga yang tidak kalah seru lainnya adalah ketika Brazil bertemu kembali dengan Uruguay di semifinal Piala Dunia 1970.

Saat itu, Selecao dalam kampanye menuju gelar juara dunia ketiga kalinya guna mengangkangi Uruguay sebagai peraih gelar terbanyak World Cup di Amerika Selatan.

Kala itu, Brazil masih diperkuat oleh legenda besar mereka, Edson Arantes Do Nascimento alias Pele.

Tetapi Uruguay sempat di atas angin ketika Luis Cubilla mencetak gol pada menit ke-15 untuk membuat Uruguay unggul.

Brazil tidak tinggal diam, memasuki menit akhir babak pertama, Clodoaldo Tavares de Santana sukses menyamakan kedudukan.

Memasuki babak kedua, Seleccao semakin menggila untuk mengejar kemenangan.

Hasilnya, bintang besar mereka, Jairzinho sukses membuat Brazil unggul 2-1 setelah memanfaatkan assists manis Tostao.

Tidak berhenti di situ, pada menit 90, Rivelino semakin memantapkan kemenangan Brazil.

Pemain bernomor punggung 11 tersebut mendapatkan umpan akurat hasil kreasi dari sang bintang, Pele.

Siapa yang Lebih Berprestasi? Apakah Laga Ini akan Tetap Seru di Masa Depan?

Uruguay dan Brazil adalah 2 negara yang bertanggung jawab akan stereotip pemain Amerika Selatan.

Ketika berbicara mengenai para pemain Amerika Selatan, maka kita akan tertuju dengan para pemain yang penuh dengan skill.

Sebab, memang banyak pemain dari benua Amerika Selatan yang lahir dengan bakat alami, tidak terkecuali dari Uruguay dan Brazil.

Oleh karena itu, tidak heran apabila CONMEBOL adalah penyumbang juara terbanyak kedua di Piala Dunia dengan 9 trofi.

Sementara itu, UEFA berada di puncak dengan 12 gelar.

Selain kedua federasi itu, tidak ada lagi yang mampu menghasilkan juara dunia.

Untuk saat ini, banyak pemain bintang Brazil dan Uruguay yang bertebaran di Eropa.

Dari Brazil, sebut saja ada Neymar Junior, Roberto Firmino, Marquinhos, Alisson Becker, Fabinho, Gabriel Jesus, Ederson Moraes, Vinicius Junior, Raphinha dan masih banyak lagi.

Tidak mau kalah, Uruguay pun memiliki sederet pemain top di benua biru.

Duet penyerang Edinson Cavani dan Luis Suarez seakan masih awet bak wine.

Lalu, masih ada lagi nama-nama seperti Federico Valverde, Jose Maria Gimenez, Rodrigo Bentancur, Ronald Araujo, Nahitan Nandez, Lucas Torreira, Darwin Nunez dan lain-lain.

Selain itu, dari segi prestasi pun, kedua negara ini sangat luar biasa.

Brazil adalah pemenang terbanyak di ajang Piala Dunia dengan 5 trofi, sedangkan Uruguay sudah koleksi 2.

Meskipun kalah di Piala Dunia, nyatanya Uruguay unggul di Copa America.

Uruguay berhasil kantongi 15 gelar, terbanyak bersama Argentina.

Kemudian, Brazil menempati peringkat 3 dengan total 9 kali juara.

Secara keseluruhan, kedua negara sudah pernah bertemu sebanyak 77 kali di semua kompetisi sampai tulisan ini keluar.

Brazil berhasil unggul dengan 37 kemenangan.

Sedangkan, masing-masing 20 pertandingan berakhir untuk kemenangan Uruguay dan hasil seri.

Dengan catatan seperti itu, wajar bila kita akan terus mendapatkan tontonan panas dan seru dari duel Brazil kontra Uruguay di masa kini dan masa depan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuplikan Pertandingan

Alaves 0-1 Real Betis Pekan 9
Posted on 19 Oktober 2021 by AR14
2 views
Espanyol 2-0 Cadiz Pekan 9
Posted on 19 Oktober 2021 by AR14
33 views
Barcelona 3-1 Valencia Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
83 views
Rayo Vallecano 2-1 Elche Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
3 views
Celta Vigo 0-1 Sevilla Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
1 views
Villarreal 1-2 Osasuna Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
4 views
Real Sociedad 1-0 Mallorca Pekan 9
Posted on 17 Oktober 2021 by AR14
15 views
Levante 0-0 Getafe Pekan 9
Posted on 17 Oktober 2021 by AR14
2 views
Elche 1-0 Celta Vigo Pekan 8
Posted on 4 Oktober 2021 by AR14
7 views
Villarreal 2-0 Real Betis Pekan 8
Posted on 4 Oktober 2021 by AR14
8 views

Like Us on Facebook

Redaksi Top Peluit

More in Artikel Top Peluit