Connect with us

Artikel Top Peluit

Pemain Bebas Transfer (Free Agent) dan Kaitannya dengan Bosman Rule

Bulan Januari adalah bulannya para pemain bebas transfer mencari klub baru. Namun, istilah ini baru ada berkat Bosman Rule. Apakah itu?

Pemain Bebas Transfer (Free Agent) dan Kaitannya dengan Bosman Rule, Lionel Messi, Pemain PSG (Paris Saint-Germain), Salah Satu Contoh Free Agent (Kredit Foto: CNBC)

Bulan Januari adalah saatnya pemain bebas transfer alias free agent mencari klub baru.

Teryanta, Jean-Marc Bosman adalah penolong semua pemain sepak bola di dunia hari ini melalui Bosman Rule atau Bosman Ruling.

Begini kisahnya 👇

Arti Pemain Bebas Transfer

Pemain bebas transfer atau free agent adalah seorang atlet (dalam konteks ini pemain sepak bola) tidak memiliki ikatan kontrak dengan suatu klub sehingga bisa bergabung dengan klub mana pun secara gratis.

Oleh karena bisa bergabung dengan klub mana pun secara gratis, maka para pemain ini memiliki sebutan free agent atau pemain bebas transfer.

Mengapa Bisa Terjadi?

Kondisi pemain bebas transfer atau free agent bisa terjadi apabila seorang pemain sudah tidak terikat kontrak profesional dengan suatu klub.

Dalam 5 Liga Top Eropa (Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga dan Ligue 1), biasanya kontrak pemain akan habis setiap tanggal 31 Juni.

Hal itu terjadi karena sebagian besar kompetisi Eropa mulai berjalan pada musim panas (pertengahan tahun atau bulan 6).

Namun, dalam beberapa kompetisi di luar Eropa, ada pemain yang mendapatkan kontrak hingga 31 Desember atau bahkan bulan-bulan lainnya.

Istilah pemain bebas transfer atau free agent juga berlaku untuk pemain yang masih terikat kontrak namun sudah mendapatkan izin bernegosiasi agar bisa bergabung dengan klub lain.

Biasanya, seorang pemain dengan kontrak kurang dari 6 bulan sudah bisa melakukan hal tersebut sehingga tidak menganggur seusai kontraknya habis.

Berkat Bosman ruling atau Bosman rule, lahirlah transfer free agent.

Lalu, apa itu Bosman ruling?

Bosman Ruling, Penyelamat Karir Pemain Sepak Bola Masa Kini

Semua peraturan ini berasal dari Jean-Marc Bosman, mantan pemain RFC Liege di Liga Belgia.

Pada saat itu, tepatnya tahun 1990, kontrak sang pemain sudah akan habis.

Bosman ingin pindah ke klub Perancis bernama Dunkerque.

Akan tetapi, Dunkerque menolak untuk membayarkan permintaan dana transfer dari RFC Liege sehingga Bosman tidak dilepas oleh sang klub.

Setelah itu, kontrak Bosman justru mendapatkan pengurangan sebesar 70% dan dia pun dikeluarkan dari tim inti.

Bosman pun menuntut kasus ini ke Mahkamah Eropa di Luxembourg dan berhasil memenangkannya, khususnya pasal 17 di peraturan FIFA.

Sejak saat itu, lahirlah Bosman ruling atau Bosman rule.

Contoh Kejadian Pemain Bebas Transfer alias Free Agent Terbaik

Lionel Messi akan selalu dikenang sebagai salah satu transfer free agent terbaik sepanjang masa.

Pemenang Ballon d’Or terbanyak di dunia (7) ini terpaksa angkat kaki dari Barcelona pada musim panas 2021 silam menuju Paris Saint-Germain (PSG).

Sebabnya adalah keruwetan situasi finansial Blaugrana memaksa salah satu pemain sepak bola terbaik di dunia sepanjang masa ini hengkang secara cuma-cuma alias gratis.

Kemudian, ada Robert Lewandowski yang menyebrang dari rival Del Klassiker, Borussia Dortmund, ke klub tersukses di Jerman, FC Bayern Munich.

Pada musim panas 2013, sang penyerag tengah Polandia tersebut sudah menerima tawaran dari Bayern, namun Die Borussen tak ingin melepas pemain andalannya itu ke klub rival.

Terbukti, 324 gol dan 68 assist berhasil ia torehkan dari 354 penampilan yang menghasilkan 18 trofi.

Selain itu, ada nama Paul Pogba yang akan selalu menjadi kenangan buruk bagi Manchester United.

Musim panas 2012, juara Piala Dunia 2018 ini gagal menemui kesepakatan untuk memperpanjang kontrak di Old Trafford.

Juventus dari Italia bersedia menampung sang playmaker sebelum akhirnya dijual kembali 4 tahun kemudian.

Pembelinya? Manchester United. Dengan rekor transfer pemain termahal di dunia saat itu: 100 juta euro.

Rekan setim Pogba di Juventus, yaitu Andrea Pirlo, juga mengalami hal serupa.

Setelah 10 tahun di AC Milan, akhirnya sang regista sudah tidak masuk dalam skema tim di 2011. Antonio Conte pun dengan senang hati menampungnya.

Dari situ, AC Milan hanya mampu melihat Juventus dan Andrea Pirlo menjuarai 4 gelar Serie A secara beruntun sebelum akhirnya ia hengkang ke New York City FC di 2015.

Tahun 2004 adalah awal mula dari keperkasaan Inter Milan.

Salah satunya adalah kedatangan Esteban Cambiasso secara gratis dari Real Madrid. Total 10 trofi berhasil datang ke San Siro, termasuk 5 scudetto Serie A.

Tidak hanya itu, sang gelandang Argentina menjadi bagian penting dalam kesuksesan Inter Milan menjadi satu-satunya tim Italia yang meraih treble di bawah era Jose Mourinho.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuplikan Pertandingan

Atletico Madrid 3-2 Valencia Pekan 22
Posted on 23 Januari 2022 by AR14
7 views
Sevilla 2-2 Celta Vigo Pekan 22
Posted on 23 Januari 2022 by AE Cules
5 views
Villarreal 3-0 Mallorca Pekan 22
Posted on 23 Januari 2022 by MI09
4 views
Levante 0-2 Cadiz Pekan 22
Posted on 23 Januari 2022 by LaPorta03
3 views
Espanyol 1-4 Real Betis Pekan 22
Posted on 23 Januari 2022 by AR14
4 views
Getafe 4-2 Granada Pekan 21
Posted on 21 Januari 2022 by AR14
738 views
Valencia 1-1 Sevilla Pekan 21
Posted on 20 Januari 2022 by AR14
46 views
Celta Vigo 2-0 Osasuna Pekan 21
Posted on 20 Januari 2022 by AR14
6 views
Real Betis Balompié 4-0 Deportivo Alavés Pekan 21
Posted on 19 Januari 2022 by AR14
25 views
Cádiz 2-2 Espanyol Pekan 21
Posted on 19 Januari 2022 by AR14
26 views

Like Us on Facebook

Redaksi Top Peluit

More in Artikel Top Peluit