Connect with us

Artikel Top Peluit

Dua Strategi Berbeda dari PSG dan Manchester City yang Menghabiskan Miliaran Euro

Kedua klub ini akan bertemu di semifinal Champions League dan sudah menghabiskan miliaran euro untuk belanja pemain selama lebih dari 10 tahun. Namun, PSG dan Manchester City menggunakan uang dengan cara yang berbeda.

Perbedaan PSG-Manchester City

Perbedaan PSG-Manchester City yang Kontras

Musim panas 2017 menggambarkan dengan jelas awal mula dari perbedaan PSG-Manchester City dari segi strategi transfer.

Dengan uang senilai 402 juta euro, PSG mendatangkan Neymar dan Kylian Mbappe.

Manchester City menghabiskan 300 juta euro untuk 6 pemain yang 4 di antaranya adalah pemain bertahan serta 1 penjaga gawang dan 1 pemain tengah.

Tanda tangan kuartet Aymeric Laporte, Benjamin Mendy, Kyle Walker dan Danilo berhasil didapatkan untuk menjaga lini bertahan Manchester Biru.

Ederson selaku penjaga gawang serta Bernardo Silva sang playmaker asal Portugal juga datang di awal musim 2017-2018 itu.Pertemuan Manchester City-PSG di tahun 2016. Keduanya memiliki perbedaan.

Dari situ sudah terlihat 2 strategi klub kaya raya yang bertolak belakang: yang satu mendatangkan 2 nama besar, yang satunya lebih hemat namun lebih kolektif.

Strategi keduanya datang setelah pertemuan antar kedua klub ini di perempat final Liga Champions tahun 2016.

Saat itu, City berhasil lolos ke babak semifinal dengan agregat 3-2.

Tim ibu kota Prancis tersebut harus memikirkan ambassador baru setelah ditinggalkan oleh Zlatan Ibrahimovic.

“Untuk rencana permainannya, Guardiola membutuhkan banyak pemain bertahan, yaitu bek sayap dan tengah” ujar Sam Lee, spesialis Manchester City untuk The Athletics.

Impor Bintang Internasional

Neymar dan Mbappe

Bersama entrenador asal Katalunya, tim asal Inggris ini menghabiskan 500 juta euro untuk lini pertahanan saja.

Berkat itu, mereka berhasil melampaui rekor baru: 21 kemenangan beruntun dari 19 Desember 2020 sampai 7 Maret 2021 lalu.

“Kami punya banyak uang untuk mendatangkan banyak pemain hebat” ujar Guardiola sambil tersenyum sambil menjelaskan rekor tersebut.

Sang pelatih memang tidak salah: sejak 2008 dan pengambilalihan dari United Abu Dhabi Group, 2 miliar euro sudah dikeluarkan untuk investasi pemain.

Property of Qatar Sports Investments selaku pemilik PSG menggelontorkan nominal 1,3 miliar untuk area yang sama.

Ketika PSG menebus Neymar dengan 222 juta euro dan 180 juta euro untuk Mbappe, The Citizens tidak pernah mengeluarkan lebih dari 76 juta euro untuk seorang pemain.

Rekor termahal tersebut datang dengan nama Kevin De Bruyne pada tahun 2015.

“Para petinggi tidak ingin klub-klub lain berpikir bahwa mereka sudah siap untuk semuanya” lanjut Sam Lee.

“Selama bertahun-tahun, mereka merasa perlu membangun dasar yang kokoh.”

“Namun, aku yakin mereka mendiskusikan Mbappe pada tahun 2017 dan Lionel Messi tahun lalu.”

“Musim panas ini, berkas Erling Haaland juga menjadi pilihan.”

“Tidak terlalu perlu merekrut pemain dan mungkin mereka akan investasi lebih dari 100 atau 150 juta euro untuk 1 pemain.”

Kebijakan Pemain Muda

Phil Foden

Dalam 14 tahun mendanai Manchester City, para pemilik dari UAE sudah beberapa kali terlibat dalam perekrutan.

Mereka mendatangkan para bintang seperti Robinho, Carlos Tevez dan Sergio Aguero.

Para pemain muda penuh potensi juga tidak luput dari mata mereka, sebut saja Raheem Sterling dan Leroy Sane.

Selama 5 tahun pertama, City fokus mendatangkan bintang dari Premier League.

Setelah itu, bintang-bintang internasonal mulai berdatangan.

Sementara itu, investasi PSG sebagian besar datang bukan dari Ligue 1.

Hal tersebut menjadi salah satu perbedaan PSG-Manchester City.

Manchester City juga paham tentang bagaimana memanfaatkan pemain muda, contohnya pemain kidal serba bisa Oleksandr Zinchenko.

Melalui City Football Group dengan 10 anggota feeder clubs, masa depan City terlihat menjanjikan.

Untuk pemain muda, PSG belum terlalu menjanjikan ketimbang City.

Pemain muda PSG, khususnya dari akademi mereka sendiri, belum ada yang secara konsisten bermain baik.

Dari sisi City, Phil Foden selaku “akamsi” alias “anak kampung situ” sudah memenuhi kriteria pemain muda berbakat yang konsisten yang datang dari akademi sendiri.

PSG perlu lebih banyak mengembangkan aspek tersebut supaya menghasilkan Foden ala Paris.

Perbedaan Kualitas Skuad PSG-Manchester City

PSG menyingkirkan Bayern Munich di perempat final Champions League 2020-2021

Seorang pemain bintang memiliki faktor x yang bisa menjadi pembeda di kala keadaan genting.

PSG melalui Neymar dan Mbappe bisa menyingkirkan Bayern Munich meskipun mereka kalah dominasi di 2 leg musim ini.

City tidak punya bintang sekaliber mereka bedua.

Meskipun pada akhirnya, De Bruyne, Sterling, Gundogan, Mahrez dan lain-lain mulai step up setelah waktu yang cukup lama.

Namun, dengan alokasi dana sedemikian rupa yang timpang untuk 1 atau 2 pemain bintang, kualitas skuad PSG menjadi tidak merata.

Memang betul, PSG punya dua senjata bernama Mbappe dan Neymar yang bisa merobek jala semua tim di dunia.

Akan tetapi, lini tengah dan lini bertahan PSG tidak lebih baik ketimbang City.

Mungkin hanya Marco Verratti, Marquinhos, Presnel Kimpembe dan Angel di Maria yang berada 1 level di bawah Neymar dan Mbappe.

Sisanya, kualitas para rekan sejawat mereka berenam patut dipertanyakan.

Sebab, bermain sepak bola tidak hanya mengandalkan 6 pemain saja.

City bisa dibilang adalah salah satu klub dengan kedalaman skuad terbaik di Eropa saat ini.

Untuk 1 posisi, Guardiola menginginkan 2 pemain yang kualitasnya sama baiknya.

Sehingga, persaingan internal menjadi sehat dan menguntungkan The Citizens seperti saat ini.

Hal tersebut bisa terjadi berkat strategi transfer pemain yang berbeda dengan PSG.

Besar kemungkinan, ketimpangan skuad kedua tim ini akan terlihat di pertandingan nanti.

Manchester City berpeluang lebih mendominasi penguasaan bola dan jumlah tembakan, sementara PSG kemungkinan akan sangat mengandalkan serangan balik dari Mbappe dan Neymar.

Jadi, Tim Mana yang Lebih Baik?

Manchester City juara League Cup 2021

Untuk jangka pendek, PSG bisa meroket dengan cepat di kompetisi domestik.

Tidak butuh waktu lama, PSG menjuarai Ligue 1, Coupe de France, Coupe de La Ligue dan Trophée des Champion secara rutin.

City butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menjadi penguasa di tanah Britania.

Mereka masih harus berjibaku dengan Manchester United, Chelsea, Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur dan Liverpool di tanah Inggris.

Memang betul, sampai musim kemarin, PSG sangat mendominasi Prancis dengan segala sumber daya yang mereka miliki.

Namun, kini PSG sudah mulai terseok-seok di kancah domestik berkat ketimpangan skuad yang mereka miliki.

Hal tersebut bisa dilihat dari peringkat klasemen sementara Ligue 1.

Ketika Neymar dan Mbappe tidak bermain karena cedera, hukuman kartu atau sekadar off day, mereka tidak punya pemain lain untuk step up.

Berkaitan dengan kedalaman skuad dan meratanya kualitas pemain, PSG tidak lebih baik ketimbang City.

Tanpa gelar Liga Champions, entah apa lagi yang dicari oleh Mbappe dan Neymar di PSG.

Mereka berdua bisa saja pergi dari PSG apabila klub tersebut tidak merombak skuad dan mendapatkan trofi Si Kuping Besar.

Rencana jangka panjang City terlihat sangat menjanjikan melihat apa yang sudah mereka capai sejauh ini.

PSG tentunya punya pertimbangan tersendiri untuk melakukan hal-hal di atas.

Mungkin, mereka ingin dengan cepat mengangkat pamor PSG di Prancis, Eropa dan dunia.

Untuk jangka panjang, PSG mengambil keputusan yang cukup riskan.

Sederhananya, perbedaan PSG-Manchester City terlihat dari rencana jangka panjang dan jangka pendek.

PSG mengedepankan jangka pendek, sementara City jangka panjang.

Namun, tidak menutup kemungkinan keduanya bisa sama-sama sukses baik di jangka panjang maupun jangka pendek.

Terlepas dari segala perdebatan strategi kedua klub ini, perbedaan PSG-Manchester City, pastinya pertandingan 2 leg ini akan menjadi seru berkat perang bintang lapangan hijau terbaik di dunia.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Juara Liga Champions: Manchester City Berpeluang 57% Juara 2020-2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuplikan Pertandingan

Alaves 0-1 Real Betis Pekan 9
Posted on 19 Oktober 2021 by AR14
5 views
Espanyol 2-0 Cadiz Pekan 9
Posted on 19 Oktober 2021 by AR14
40 views
Barcelona 3-1 Valencia Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
93 views
Rayo Vallecano 2-1 Elche Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
6 views
Celta Vigo 0-1 Sevilla Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
3 views
Villarreal 1-2 Osasuna Pekan 9
Posted on 18 Oktober 2021 by AR14
5 views
Real Sociedad 1-0 Mallorca Pekan 9
Posted on 17 Oktober 2021 by AR14
15 views
Levante 0-0 Getafe Pekan 9
Posted on 17 Oktober 2021 by AR14
3 views
Elche 1-0 Celta Vigo Pekan 8
Posted on 4 Oktober 2021 by AR14
8 views
Villarreal 2-0 Real Betis Pekan 8
Posted on 4 Oktober 2021 by AR14
9 views

Like Us on Facebook

Redaksi Top Peluit

More in Artikel Top Peluit