Connect with us

Artikel Top Peluit

Profil Donyell Malen, Pemain Muda dan Berbahaya Borussia Dortmund

Die Borussen menjadi tim dengan rataan usia termuda ke-4 di Bundesliga setelah kedatangan penyerang berbakat asal Belanda ini.

Profil Donyell Malen, Pemain Muda dan Berbahaya Borussia Dortmund

Donyell Malen Bergabung ke Borussia Dortmund

Donyell Malen resmi bergabung ke Borussia Dortmund pada 27 Juli 2021 silam dari PSV Eindhoven dengan nominal €30 juta euro (Rp 511 miliar).

Penyerang asal Belanda ini datang ke klub Jerman tersebut untuk menggantikan Jadon Sancho yang pindah ke Manchester United.

Peluit Panjang menghimpun informasi mengenai pemain muda yang memiliki potensi besar ini.

Profil Donyell Malen yang Merantau Sejak Dini

Donyell Malen

Tempat dan tanggal lahir: Wieringen, Belanda, 19 Januari 1999.

Usia: 22 tahun.

Tinggi badan: 179 cm.

Malen lahir dari ayah masyarakat Suriname dan ibu orang Belanda.

Kota Wieringen di Belanda menjadi tempat kelahiran Malen.

Talenta sepak bolanya sudah terlihat sejak dini sehingga pada tahun 2007 di usia 8 tahun, Malen sudah menjadi anggota akademi Ajax Amsterdam.

Donyell Malen saat masih di Ajax Amsterdam

Saat berada di Ajax U10, Malen dilatih oleh sosok legendaris sepak bola Belanda, Dennis Bergkamp.

Meskipun Malen sudah bermain untuk seluruh tim nasional Belanda kelompok umur, namun dia tidak yakin bisa bermain di tim inti Ajax.

Kemudian, pada tahun 2015, Malen memutuskan untuk pindah ke Arsenal di Inggris saat masih berusia 16 tahun.

Selama berseragam Arsenal, sayangnya Malen belum pernah bermain untuk tim utama di ajang kompetitif.

Malen total bermain 57 kali untuk tim kelompok umur Arsenal (U23 dan U19) dengan total 18 gol dan 9 assist.

Donyell Malen saat masih di Arsenal

Thierry Henry, legenda sepak bola Arsenal, Premier League, Perancis dan dunia, saat itu melatih Malen di tim U23.

Kembali ke Belanda Berbuah Panggilan Tim Nasional

Pada 2017, Malen pulang kampung ke Belanda untuk memutuskan berseragam PSV Eindhoven.

Saat berseragam PSV, Malen berkontribusi terhadap 79 gol yang terjadi (55 gol dan 24 assist) dari total 116 penampilan.

Pada musim pertamanya, Malen langsung mempersembahkan gelar Eredivisie, (liga tertinggi Belanda) meskipun hanya bermain 4 kali.

Donyell Malen saat di Euro 2020 bersama tim nasional Belanda

Oleh karena penampilan impresifnya, Malen membuat debut untuk tim nasional senior Belanda pada November 2019.

Sejauh ini, Malen sudah bermain sebanyak 13 kali untuk Ons Oranje dengan catatan 2 gol dan 3 assist, yang mana 2 assist-nya lahir dari 4 penampilan di EURO 2020 kemarin.

Gaya Bermain

Malen adalah seorang penyerang modern yang seluruh tim di dunia butuhkan.

Selain bisa bermain sebagai posisi penyerang tengah (kesukaannya), Malen terbukti mampu bermain di posisi kedua sayap, penyerang lubang, bahkan gelandang serang.

Kemampuan teknik bagus serta kecepatan tinggi yang Malen miliki berkombinasi dengan naluri mencetak gol yang cukup tajam.

Tidak hanya handal dalam aspek serangan, Malen pun mau untuk bekerja keras dalam membantu pertahanan tim.

Sayangnya, tinggi badan yang hanya 179 cm membuat Malen kurang apik dalam duel udara.

Malen mengakali kekurangan tersebut dengan lebih sering berlari di belakang para pemain bertahan lawan atau memberikan opsi operan-operan pendek kepada rekannya.

Memperkuat Skuad Muda Dortmund

Kemudian, kedatangan Malen ini tentunya untuk proyeksi masa kini dan masa depan Dortmund.

Pasalnya, saat ini, Dortmund memiliki rata-rata usia skuad yang cukup muda, yaitu 24,5 sampai tulisan ini terbit.

Dortmund menempati peringkat 4 untuk angka tersebut, hanya kalah dari RB Leipzig (24,2), Greuther Furth (23,8) dan Stuttgart (23,4).

Bahkan, Bayern Munich saja hanya menempati peringkat 14 dari total 18 tim Bundesliga dengan 25,4 tahun rata-rata usia pemain di skuadnya.

Selain Malen (22), Dortmund memiliki beberapa pemain muda penuh potensi hebat seperti Erling Haaland (21), Jude Bellingham (18), Giovanni Reyna (18), Dan-Axel Zagadou (22) dan Youssoufa Moukoko (16).

Apabila para pemain muda ini dikombinasikan dengan para pemain senior berpengalaman dan hebat seperti Mats Hummels (32), Raphael Guerreiro (27), Manuel Akanji (26), Thorgan Hazard (28), Emre Can (27), Julian Brandt (25), Marco Reus (32), Axel Witsel (32), Thomas Meunier (29), Roman Burki (30), Thomas Delaney (29), dan Mahmoud Dahoud (25), bukan tidak mungkin regenerasi Dortmund di masa depan akan berbuah manis seperti gelar DFB-Pokal yang mereka capai di musim lalu, Bundesliga 2012 atau bahkan Champions League seperti pada 1997.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuplikan Pertandingan

Granada 1-2 Real Betis Pekan 4
Posted on 14 September 2021 by AR14
39 views
Getafe 0-1 Elche Pekan 4
Posted on 14 September 2021 by AR14
10 views
Levante 1-1 Rayo Vallecano Pekan 4
Posted on 13 September 2021 by AR14
8 views
Athletic Club 2-0 Real Mallorca Pekan 4
Posted on 13 September 2021 by AR14
6 views
Osasuna 1-4 Valencia Pekan 4
Posted on 13 September 2021 by AR14
9 views
Cadiz 0-2 Real Sociedad Pekan 4
Posted on 13 September 2021 by AR14
3 views
Real Madrid 5-2 Celta Vigo Pekan 4
Posted on 13 September 2021 by AR14
31 views
Espanyol 1-2 Atletico Madrid Pekan 4
Posted on 13 September 2021 by AR14
13 views
Cadiz 2-3 Osasuna Matchday 3
Posted on 30 Agustus 2021 by AR14
11 views
Atletico Madrid 2-2 Villarreal Matchday 3
Posted on 30 Agustus 2021 by AR14
117 views

Like Us on Facebook

Redaksi Top Peluit

More in Artikel Top Peluit