Connect with us

Artikel Top Peluit

Romain Faivre: Winger Potensial & Eksplosif Masa Depan Asal Perancis

Melalui wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Romain Faivre yang muda dan berbahaya ini mengaku sudah dikontak Paolo Maldini dari AC Milan.

Romain Faivre, pemain Brest yang diincar oleh AC Milan (kredit: dailyadvent.com)

Sensasi, Romain Faivre

Romain Faivre seketika menjadi buah bibir dalam beberapa pekan dan bulan belakangan ini.

Namanya kerap mewarnai pemberitaan di media-media ternama, tidak hanya di negara asalnya, Perancis tetapi juga di daratan Eropa.

Lewat penampilan gemilang bersama salah satu klub kontestan asal Ligue 1 atau Liga Perancis, Brest, namanya seketika mencuat.

Lalu siapa sebenarnya pemain yang lahir di Asnières-sur-Seine, Perancis pada 14 Juli 1998 ini?

Lahir di daerah atau distrik yang berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Paris membuat Romain kecil tumbuh dan besar dekat dengan klub sepak bola sekitar Paris.

Sangat menyukai permainan si kulit bundar, Ibu Romain yang memiliki keturunan Aljazair memasukan Romain muda ke klub akademi.

Kala itu pada tahun 2004, atau saat Romain berusia 6 tahun, sang Ibu memutuskan untuk menaruh Romain di klub Gennevilloise.

Di Gennevilloise, Romain berlatih sepak bola selama 3 tahun atau tepatnya hingga tahun 2007.

Tahu bakat dari sang putra sangat menjanjikan, sang Ibu memindahkan Romain ke salah satu akademi terkenal di kota Paris.

Adalah Racing Club Depe France yang menjadi pelabuhan baru Romain muda.

Berlatih keras sejak usia muda guna menjadi pesepakbola profesional sudah Romain lakoni sejak usia belia.

Hingga akhirnya usaha tersebut tidak sia-sia karena pada tahun 2014 atau saat usia Romain 16 tahun, adalah klub Tours yang menginginkan jasa Romain.

Klub yang berlaga di kasta bawah piramida sepak bola Liga Perancis ini menempatkan Romain di tim satelit dengan harapan Romain mendapatkan banyak jam terbang.

Selama dua musim di Tours B, Romain Faivre bermain sebanyak 12 penampilan dengan lesatan 1 gol.

Karir Romain sedikit membaik di tahun 2017.

Menginjak usia 19 tahun, AS Monaco terang-terangan menaruh hati pada Romain.

Pemain yang fasih bermain sebagai pemain sayap kiri atau gelandang kiri ini memberikan lampu hijau untuk AS Monaco.

Potensi Besar Romain Faivre

Petualangan baru Romain di selatan negara Perancis ini bukan tanpa rintangan berarti.

Romain Faivre kembali bermain di tim kedua, kali ini untuk AS Monaco, guna membuktikan kelasnya.

Membuktikan suatu waktu bisa bermain dengan tim utama Monaco di Stade de Louis II, markas kebesaran tim Merah-Putih.

Bersama AS Monaco B, Romain berkompetisi di Championnat National-2, kasta keempat dalam piramida sepak bola Perancis.

Bersekolah di AS Monaco B selama dua musim dan menjadi andalan klub lantas membuat Romain semakin termotivasi.

Alhasil dalam dua tahun tersebut, Romain bermain sebanyak 43 kali penampilan dengan torehan 7 gol serta 3 assist.

Tanggal 12 Februari 2018, tim utama AS Monaco memberikan sinyal untuk mempromosikan Romain Faivre dari tim Monaco B.

Pada usia 20 tahun, Romain melakukan debutnya untuk Monaco di Coupe de la Ligue ketika Monaco menghadapi Lorient pada 19 Desember.

Saat itu, Romain sukses memberikan assist dalam kemenangan 1-0 tersebut.

Tidak hanya bermain untuk tim senior Monaco, Romain juga tercatat melakukan debut bersama Timnas Perancis U-20.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Romain Faivre (@romainfaivre__)

Debut bersama Les Blues U-21 terjadi pada 8 Oktober 2021 ketika pelatih Perancis U-20, Sylvain Ripoll memberikan kesempatan Romain unjuk gigi.

Romain Faivre unjuk aksi membela panji kebesaran Les Blues U-21 di kualifikasi Euro U-21 serta event utama, Euro U-21.

Sejauh ini sang gelandang sudah bermain total 8 caps serta sukses mencetak 2 gol untuk Timnas Perancis kelompok umur.

Masa Depan Cerah Untuk Sang Sayap Cepat

Pada bursa transfer musim panas 2020-2021, sebuah tawaran mengejutkan datang untuk Romain Faivre dari klub Stade Brestois 29.

Klub yang akrab dengan sebut Brest ini secara resmi menginginkan jasa serta kualitas seorang Romain.

Brest 29 akhirnya melakukan transfer terhadap Romain dari AS Monaco sebesar 420 ribu euro atau sekitar 6,95 milyar rupiah dengan durasi kontrak 2 tahun.

Kesempatan besar dari Brest 29 ini tidak disia-siakan oleh Romain Faivre ini.

Pada musim perdananya di Ligue 1 dan juga bersama Brest 29, Romain bermain sebanyak 36 pertandingan plus 1 pertandingan Coupe de France.

Musim itu, Faivre lesahkan 6 gol serta 5 assist, semuanya datang dari Ligue 1.

Sebuah statistik yang cukup baik untuk pemain yang masih berusia 22 tahun kala itu.

Memasuki musim ini, Romain sudah bermain sebanyak 12 kali di Ligue 1.

Bahkan sang sayap muda nan potensial ini sedikit lagi menyamai rekornya musim lalu.

Faivre sudah cetak 5 gol dan tambahan 4 assist.

Nampaknya, Romain Faivre akan berusaha menajamkan rekornya di Ligue 1, mengingat Ligue 1 masih menyisakan 26 pertandingan lagi.

Jelas, dengan performa gemilangnya tersebut banyak klub besar asal Perancis bahkan hingga Eropa lain mengantri untuk mendapatkan kualitasnya.

Salah satunya adalah klub raksasa Serie A, AC Milan, yang terang-terangan juga mencoba merekrut bakat muda Perancis ini.

Menurut salah satu situ transfer pemain yaitu Transfermarkt, nilai jual Romain Faivre di angka 13, 6 juta euro atau 225, 96 miliar rupiah.

Semakin Dekat Dengan AC Milan

Romain Faivre secara terang-terangan mengaku sudah dihubungi oleh AC Milan.

Adalah Paolo Maldini selaku legenda AC Milan yang kini menjadi direktur teknik klub Italia tersebut.

“Ketika Maldini, seorang legenda, menghubungimu, kamu merasa dihargai dan ingin melakukan segalanya untuk pergi ke Milan.” terang Faivre kepada media Italia, Gazzetta dello Sport.

Untuk mengantisipasi kepindahannya pun, Faivre tidak main-main.

“Aku yakin untuk bisa sukses di tim seperti Milan, kamu harus sangat siap. Sehingga, aku sekarang punya pelatih atletik pribadi 3 kali seminggu, serta seorang ahli nutrisi untuk makanan sehat, namun bukan aku yang memasak. Aku juga memiliki pelatih mental untuk belajar tentang bagaimana mengendalikan emosi dan tekanan yang datang ketika bermain di klub besar seperti Milan.” jelas Faivre akan persiapannya.

Berikut di bawah ini adalah wawancara lengkapnya kepada media Italia tersebut.

“Aku sudah kenal dengan Ballo-Toure sejak di AS Monaco. Dia bilang kepadaku bahwa Milan adalah klub besar dengan ambisi hebat dan penggemar yang fantastis. Aku ambisius. Sederhananya, semua sudah cocok untuk itu [kepindahan ke Milan].”

“Derby Milan? Sebuah tontonan yang luar biasa, aku juga ingin berada di lapangan.”

“Ibrahimovic adalah pemain luar biasa yang juga aku ikuti sebagai penggemar PSG. Selain dia, semua pemain Milan berada di level yang tinggi.”

“Aku paham peranku dalam permainan Pioli, yaitu bermain sepak bola yang bagus dan menang. Ia menunjukkan itu di liga. Pada Liga Champions, ia pantas mendapatkan poin lebih banyak.”

Dengan semua wawancara yang ada, Romain Faivre jelas semakin dekat dengan kepindahan ke AC Milan.

Gaya Bermain

Secara permainan, Faivre memiliki keunggulan dari segi kecepatan, teknik menggiring bola, dan tendangan mati bola-bola mati berupa tendangan bebas, tendangan penalti dan sepak pojok.

Musim ini, semua gol Faivre di Ligue 1 lahir dari skema tendangan mati: 3 penalti dan 1 tendangan bebas.

Melansir dari SofaScore, Faivre sudah lakukan 24 kali menggiring bola melewati lawan di Ligue 1, terbanyak ke-13 di Liga Perancis tersebut. Angka yang luar biasa.

Per laga, Faivre artinya 2 kali melewati lawan dengan menggiring bola.

Ia pun sudah membuat 18 key passess atau operan kunci yang berujung peluang (tidak termasuk assist), terbanyak ke-18 di Ligue 1.

Kemudian, pemain ini termasuk langka: kaki kuat kiri alias kidal. Sebuah kelebihan yang menambah nilai Romain Faivre.

Ia bisa bermain di posisi sayap kiri, sayap kanan, gelandang serang serta gelandang tengah.

Kerja kerasnya di lapangan pun terbilang bagus: buktinya, ia mau membantu pertahanan.

Total 17 tekel, 7 intersepsi, 8 sapuan, dan 3 memblok tembakan sudah Faivre lakukan dalam kurun waktu 12 pertandingan Ligue 1.

Artinya, ia sudah lakukan total 35 aksi bertahan dalam 12 pertandingan, hampir 3 aksi per laga.

Bahaya dalam serangan serta memiliki etos kerja yang tinggi, pemain ini jelas menjadi impian dari banyak tim, tak terkecuali AC Milan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuplikan Pertandingan

Osasuna 1-1 Elche CF Pekan 15
Posted on 30 November 2021 by AR14
3 views
Real Madrid 2-1 Sevilla Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
24 views
Cádiz 1-4 Atlético Madrid Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
5 views
Espanyol 1-0 Real Sociedad Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
5 views
Real Betis Balompié 3-1 Levante Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
4 views
Villarreal 1-3 Barcelona Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by AR14
24 views
Mallorca 0-0 Getafe Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by AE Cules
6 views
Valencia 1-1 Rayo Vallecano Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by MI09
5 views
Alaves 1-2 Celta Vigo Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by LaPorta03
5 views
Athletic Club 2-2 Granada Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by AE Cules
4 views

Like Us on Facebook

Redaksi Top Peluit

More in Artikel Top Peluit