Connect with us

Artikel Top Peluit

Raumdeuter: Sebuah Peran yang Dipopulerkan oleh Thomas Muller

Banyak orang menyebutnya dengan keberuntungan, namun Thomas Muller lebih suka dengan sebutan raumdeuter. Begini cara kerja peran ini.

Thomas Muller, pemain Bayern Munich sekaligus seorang raumdeuter (kredit: Bavarian Football Works)

Cerita Tentang Raumdeuter & Thomas Muller

Raumdeuter adalah sebuah bahasa Jerman, yang secara harfiah memiliki makna penafsir ruang.

Lalu apa hubungannya istilah tersebut terhadap ranah sepak bola?

Pertanyaan tersebut kerap muncul mengingat istilah tersebut berkaitan erat dengan dunia arsitektur interior.

Secara rumpun ilmu memang hal tersebut berkaitan erat dengan ilmu arsitektur.

Akan tetapi, seorang pemain Jerman, Thomas Muller, mengaplikasikan ke dalam permainan sepakbola dan menjadi ciri permainan sang pemain.

Thomas Muller yang lahir pada 13 September 1989 di Weilheim in Oberbayern, sebelah barat Jerman adalah orang pertama yang mempopulerkan istilah Raumdeuter.

Muller yang tumbuh dan besar bersama tim junior FC Bayern sejak tahun 2000 hingga 2008 adalah pemain yang spesial.

Pemain yang sangat fasih bermain sebagai gelandang serang atau penyerang tengah ini memiliki anugerah dalam mengoptimalkan peluang.

Walau tidak memiliki fisik yang kekar layaknya para pemain Jerman, dribbling yang mulus seperti Messi atau umpan akurat khas Andrea Pirlo tetapi kelebihan Muller bukan di situ.

Muller mulai unjuk gigi ketika pada Piala Dunia 2010 membawa Der Panzer meraih peringkat ketiga.

Padahal. saat itu usia dari Thomas Muller masih berusia 21 tahun, publik dunia mungkin bertanya-tanya siapakah pemain ini.

Walau sudah memperkuat Jerman di berbagai kelompok umur sejak tahun 2004 (U-16), tetapi Muller sudah melakukan debut senior di 2010.

Saat itu di bulan Maret 2010, guna persiapan Piala Dunia, Thomas Muller termasuk ke dalam skuat persahabatan menghadapi Argentina.

Jerman takluk 0-1 dari Argentina dan Thomas Muller melakukan debut sebagai pemain inti dan bermain selama 66 menit.

Melihat performa luar biasanya, pelatih utama Jerman, Joachim Loew membawa Thomas Muller ke Piala Dunia di Afrika Selatan.

Muller memakai nomor punggung 13 karena pemakai reguler nomor keramat tersebut, Michael Ballack urung berangkat karena cedera.

Pada perhelatan tersebut Muller mencuri perhatian publik dengan penampilan impresif dan keluar sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2010.

Dan gelar top scorer yang Muller raih melengkapi koleksi trofi di World Cup perdananya.

“Si Penafsir Ruang” Yang Sukses Bersama Klub & Tim Nasional (1/2)

Dalam sebuah wawancara pada tahun 2011, Thomas Muller mengatakan sebuah kalimat, “Ich bin ein Raumdeuter.”

Hal tersebut keluar ketika ia ditanyakan mengenai apa sebetulnya peran yang ia emban di Bayern Munich.

Kalimat tersebut memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu “Saya adalah seorang penafsir ruang”.

Secara definisi, raumdeuter adalah peran seorang pemain menyerang (gelandang serang, penyerang atau sayap) yang menitikberatkan kepada pencarian ruang guna menciptakan peluang bagi dirinya sendiri atau rekan setim.

 

 

Jurnalis dan berbagai pihak pasti bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Thomas Muller.

Secara kasat mata, gaya bermain dan atribut dari seorang Thomas Muller tidak terlalu menyakinkan sebagai seorang pemain sepak bola.

Istilah Raumdeuter semakin terkenal berkat video game Football Manager.

Muller bukan pemain yang memiliki kecepatan tinggi, kemampuan menggiring bola yang meliuk-liuk, kuat secara fisik atau ganas dalam menembak bola.

Tetapi, kemahiran Thomas Muller sebagai seorang penafsir ruang inilah yang membuat publik terheran-heran dengan hal tersebut.

Sederhananya, Thomas Muller melihat serta mengamati ruang yang tersedia di kotak penalti tim lawan.

Lalu, Thomas Muller berpikir keras bagaimana memaksimalkan ruang yang tersedia tersebut untuk menjadi sebuah gol.

Istilah kecilnya: Raumdeuter adalah mencium kans atau peluang terkecil dan memanfaatkan dimensi yang ada untuk menjadikannya sebuah gol.

Hal tersebutlah yang sering dimaksimalkan oleh beberapa pelatih yang menangani pemain sekaliber Thomas Muller.

Joachim Loew, eks-pelatih Timnas Jerman ini adalah pelatih yang paham cara memaksimalkan kemampuan dari Muller.

Secara formasi, Muller kemungkinan besar akan menempati posisi penyerang tengah, gelandang serang atau bahkan penyerang lubang.

Tetapi ketika laga sudah berjalan, Muller bisa bermain melebar sebagai seorang striker sayap atau bermain lebih turun sebagai gelandang tengah.

Hal itu bertujuan agar Thomas Muller bisa melihat ruang atau dimensi yang tersedia di lini pertahanan musuh.

Saat ada ruang kosong yang tersedia, di sini role atau peran Muller bermain untuk melakukan pergerakan yang tak terbaca musuh.

Muller bisa saja memanfaatkan umpan cut-back (umpan tarik), memanfaatkan umpan crossing ataupun sentuhan satu-dua di zona pertahanan musuh.

Selain itu, penempatan posisi yang cerdas dari para raumdeuter ini juga kerap menghasilkan banyak operan berbuah gol atau assist.

“Si Penafsir Ruang” Yang Sukses Bersama Klub & Tim Nasional (2/2)

Dari hal-hal tersebutlah akhirnya Thomas Muller mampu menghasilkan banyak gelontoran gol, assist serta raihan berbagai gelar.

Pemain yang identik dengan nomor 13 di Timnas serta 25 di FC Bayern adalah salah satu pemain cukup komplit dalam mendapatkan berbagai juara.

Piala Dunia 2014 menjadi salah satu titik tertinggi Thomas Muller karena sukses membawa Der Panzer juara dengan menumbangkan Argentina di final.

Pada turnamen yang digelar di Brasil itu, Thomas Muller bermain sebanyak 7 pertandingan dan mengkreasi 5 gol.

Artinya, pelatih Jerman kala itu, Joachim Loew mempercayakan setiap pertandingan kepada pemain bertinggi 1,85 meter ini.

Lalu, bagaimana dengan penampilan Thomas Muller di klubnya yaitu FC Bayern? Berbagai gelar berhasil Muller persembahkan untuk FC Hollywood.

Semenjak bermain di tim utama pada musim 2008/2009 raihan gol serta assists dari Muller juga terhitung luar biasa.

Bermain total sebanyak 599 pertandingan di seluruh kompetisi (hingga pekan ke-11 Bundesliga musim ini), Muller catatkan 220 gol.

Tidak hanya gelontoran gol tetapi umpan manja yang berhasil menjadi gol atau assists yaitu mencapai angka 230.

Tak ayal, banyak gelar yang berhasil Thomas Muller raih bersama Tim Bavaria.

Sejumlah 10 gelar Bundesliga dari 13 musim Thomas Muller berseragam FC Bayern menjadi hegemoni atau kejayaan yang tak terbantahkan.

Selain gelar Bundesliga, ada pula gelar 6 kali DFB Pokal serta 7 gelar DFB-Super Cup plus dua piala ‘Si Kuping Besar’, trofi Liga Champions.

Untuk menjadi Raumdeuter seperti Thomas Muller, seorang pemain harus paham bagaimana menemukan dan mengeksploitasi ruang di sepertiga area akhir lawan.

Lalu, ia juga harus berada di tempat dan waktu yang tepat.

Kemudian, seorang pemain harus fokus 100% di lapangan dan bisa mengantisipasi setiap kejadian di sana.

Kemudian, pergerakan pun tidak boleh sembarangan alias butuh pergerakan yang cerdas.

Pergerakan yang cerdas membutuhkan kesadaran akan ruang yang ada dalam lapangan.

Sama seperti bermain catur, raumdeuter sudah tahu 2, 3 atau seterusnya langkah selanjutnya yang harus diambil.

Mengapresiasi Raumdeuter

Selain Muller, beberapa nama lain yang identik dengan raumdeuter adalah Dele Alli, Pablo Fornals, dan Jose Callejon.

Peran ini kerap kurang mendapatkan apresiasi.

Oleh karena itu, rekan-rekan para raumdeuter lebih banyak mendapatkan kredit.

Robert Lewandowski akan lebih dikenang ketimbang Thomas Muller, kemudian Harry Kane juga lebih akan terkenal dari Dele Alli.

Hal tersebut juga terjadi di West Ham: Michail Antonio menjadi bintang berkat gelontoran gol, namun sedikit yang membicarakan mengenai Fornals.

Saat Jose Callejon bermain di Real Madrid maupun Napoli juga demikian.

Raumdeuter memang banyak berkorban untuk tim, tidak mementingkan ego.

Kelebihan mereka yang cair secara posisi juga menjadikan raumdeuter sulit untuk ditempel dan ditaklukan oleh pemain bertahan lawan.

Dengan kelebihan berupa konsentrasi, ketenangan dan kesadaran taktik yang tinggi, raumdeuter memang peran yang sulit untuk dilihat secara kasat mata.

Banyak orang menyebutnya dengan keberuntungan, namun Thomas Muller lebih suka dengan sebutan raumdeuter.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuplikan Pertandingan

Osasuna 1-1 Elche CF Pekan 15
Posted on 30 November 2021 by AR14
3 views
Real Madrid 2-1 Sevilla Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
24 views
Cádiz 1-4 Atlético Madrid Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
5 views
Espanyol 1-0 Real Sociedad Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
5 views
Real Betis Balompié 3-1 Levante Pekan 15
Posted on 29 November 2021 by AR14
4 views
Villarreal 1-3 Barcelona Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by AR14
24 views
Mallorca 0-0 Getafe Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by AE Cules
6 views
Valencia 1-1 Rayo Vallecano Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by MI09
5 views
Alaves 1-2 Celta Vigo Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by LaPorta03
5 views
Athletic Club 2-2 Granada Pekan 15
Posted on 28 November 2021 by AE Cules
4 views

Like Us on Facebook

Redaksi Top Peluit

More in Artikel Top Peluit